Mickey Mouse

Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS 1 - KESEHATAN MENTAL

Tugas 1 !

AUDI RESTI IRWANTI
2 PA 09 / 11512239

Pengantar :
A. Orientasi Kesehatan Mental
Sebelum masuk pada orientasi kesehatan mental sudah selayaknya saya membahas terlebih dahulu tentang pengertian dari kesehatan mental sendiri. Disini saya sajikan beberapa pendapat dari berbagai tokoh mengenai kesehatan mental,
 Zakiah Darajat, berpendapat bahwa Kes-Men adalah terhindar seorang dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu menyesuaikan diri, sanggup menghadapi masalah-masalah serta dapat menggunakan potensi yang ada padanya seoptimal mungkin ( Islam dan Kesehatan Mental : 1983 )
 M.Buchri, Kes-Men merupakan ilmu yang meliputi sistem tentang prinsip-prinsip, peraturan-peraturan serta prosedur-prosedur untuk mempertinggi ruhani. ( Psikologi Agama : 2004 )
Dengan beberapa pendapat dapat disimpulkan sedikit bahwa kesehatan mental ini erat kaitannya dengan kondisi seserang dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan yang sedang dihadapi.
Masuk pada inti pembahasan yaitu orientasi kesehatan mental, Saparinah Sadli mengutarakan tiga orientasi dalam kesehatan mental / jiwa ini, diantaranya :
1. Orientasi Klasik
Pada orientasi ini, individu dikatakan sehat apabila tidak memiliki beberapa perlakuan tertentu seperti kecemasan, rasa lelah, rendah diri, ketegangan ataupun segala sesuatu yang menganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Dan biasanya orientasi ini diaplikasikan pada lingkungan dokter.
2. Orientasi Penyesuaian Diri
Jika pada orientasi sebelumnya individu tidak memiliki beberapa tindakan “negatif”, orientasi disini lebih menekankan, individu dianggap sehat yagn mampu mengembangkan dirinya sesuai lingkungan sekitar yagn dilihat dari sudut pandang psikologis.
3. Orientasi Pengembangan Potensi
Di orientasi ini individu telah mencapai tarap kesehatan jiwa, jika individu ini mendapat kesempatan dalam mengembangkan potensinya untuk menuju kedewasaan sehingga muncullah rasa aktualisasi diri untuk dihargai orang lain dan dirinya sendiri.

B. Konsep Sehat
Banyak sekali pertanyaan yang muncul saat mendengar kesehatan mental, seperti apa kepribadian yang sehat? Bagaimana sifat-sifat atau perilaku seperti apa yang menunjukkan bahwa individu itu termasuk dalam individu yang memiliki kepribadian sehat? Dan sebenarnya dalam konsep sehat dan kesehatan sendiri merupakan dua hal yagn hampir samatapi bisa dikatakan juga berbeda. Konsep sehat menurut Parkins ( 1938 ) merupakan suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk fungsi tubuh dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Sementara menurut White ( 1977 ), sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada saat diperiksa tidak memiliki berbagai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.

Konsep sehat juga merupakan suatu keadaan normal yang sesuai dengan standar yang diterima oleh kalangan masyarakat berdasarkan kriteria tertentu. Dan pengertian sehat menurut WHO ( World Health Organization ) merupakan suatu keadaan ideal baik dari segi biologis, psikologis dan sosial sehingga tiap individu bebas melakukan serangkaian kegiatan secara optimal, yang mengandung tiga karakterisitik, yaitu :
1. Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia.
2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal ataupun eksternal.
3. Sehat yang diartikan sebagai hidup yagn kreatif dan produktif.

C. Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Sejarah perkembangan kesehatan mental ini pertama kali pada jaman dahulu saat nenek moyang mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri. Mereka mengalami kecelakaan dan demam yang merusak mental. Jadilah manusia yang dengan rasa putus asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental. Dengan kesehatan mental ini kita dapat bandingkan dengan mata uang yang mempunyai dua sisi yang di sisi satunya sakit dan yang di sisi satunya lagi baik . Yang bisa dilihat kemungkinan di kedua sisi itu kira kira fifty – fifty.

Penjelasan sejarah kesehatan mental tidak sejelas sejarah ilmu kedokteran. Dikarenakan masalah mental bukanlah masalah fisik yang dengan mudah diamati dan terlihat. Ini karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan lagi sebagai gangguan.

Namun ada beberapa periodesasi sejarah perkembangan ilmu kesehatan mental ini, yang akan dibahas singkat dibawah ini,
 Zaman Prasejarah
Manusia purba jaman dahulu ini sering sekali mengalami gangguan mental atau fisik.
 Zaman Peradaban Awal
Terdapat beberapa pendapat dari fisuf-filsuf zaman ini,
- Pythagoras : yang pertama kali memberikan penjelasan alamiah terhadap penyakit mental.
- Hypocrates : mengatakan bahwa penyakit/gangguan otak merupakan penyebab penyakit mental.
- Plato : berpendapat bahwa berbagai macam gangguan mental, moral ataupun fisik berasal dari para dewa-dewa.
 Zaman Renaissessus
Pada zaman ini beberapa tokoh agama, ilmu kedokteran adan juga filsafat mulai menyangkal gangguan mental berkaitan dengan dunia takhayul.
 Era Pra Ilmiah
- Kepercayaan Animisme : yang muncul dalam konsep primitif yagn percaya pada faham animisme yang dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa.
- Kepercayaan Naturalisme : yang berpendapat bahwa gangguan mental/fisik itu akibat dari alam sekitar.
 Era Modern
Mulai mengalami perubahan yagn luar biasa saat berkembang psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika.

Teori Kepribadian Sehat :
A. Aliran Psikoanalisa
Kepribadian menurut Freud terdiri dari 3 sistem pokok, meskipun masing-masing bagian mempunyai fungsi, sifat, komponrn,dan mekanisme sendiri , namun mereka berinteraksi dengan sangat erat satu sama lainnya. 3 sistem pokok yang dimaksud akan dibahas dibawah ini yaitu :


 Id
Ini merupakan suatu sistem kepribadian yang asli, yang merupakan tempat berkembangnya ego dan super ego. Id merupakan reservoir energi psikis dan menyediakan seluruh daya untuk menjalakan kedua sistem yang lain. Jika ada keadaan tegang dari stimulus luar atau rangsangan dari dalam, id akan bekerja sedemikian rupa untuk menghentikan tegangan dan mengembalikan organisme pada tingkat energi rendah dan menyenangkan.
 Ego
Ego ini timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan yang objektif. Ego ini dikatakan mengikuti prinsip kenyataan dan beroperasi menurut proses sekunder. Tujuan dari prinsip kenyataan sendiri adalah mecegah terjadinya tegangan sampai ditemukannya suatu objek yang cocok untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Sedangkan berpikir sekunder ini dikatakan sebagai berpikir realistik. Ego disebut eksekutif kepribadian dikarenakan ego ini mengontrol ke arah tindakan. Memilih lingkungan kearah mana akan diberi respon, dan memutuskan insting apa yang akan dipuaskan dan bagaimana cara ia memuaskannya.
 Superego
Adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat, superego ini merupakan wewenang moral dari kepribadian yang mencerminkan yang ideal dan bukan yang real juga yang memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan.

Kesimpulan disini bahwa kepribadian yang sehat ini biasanya berfungsi sebagai sautu kesatuan, bukanlah sebagai dari tiga bagian yang terpisah, yang secara umum id bisa dipandang sebagai komponen biologis kepribadian, sedangkan ego sebagai komponen psikologis dan superego sebagai komponen sosialnya.

B. Aliran Humanistik
Menurut humanistik kepribadian yang sehat dituntut untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. bukan hanya mengandalkan pengalaman-pengalaman yagn terbentuk dari masa lalu yang mengajarkan mengenai pola yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif. Ciri kepribadian sehat ini yaitu mengatualisasikan diri jadi bukan respon yang buatan ataupun individu yang terimajinasi oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi lah yang mengedepankan keunikan dari dalam pribadi tiap individu yang memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu menjadi kebutuhan.

C. Pendapat Fromm
Disini from memandang kepribadian sebagai suatu kebudayaan karenanya ia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut baiknya masyarakat menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan-kebutuhan dasar. Menurutnya masyarakat yang tiak sehat akan menciptakan berbagai macam permusuhan , kecurigaan ataupun ketidak percayaan pada tiap anggota-anggotanya. Masyarakat yang sehat, biasanya akan membiarkan masing-masing mengembangkan cinta satu sama lainnya hingga menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran juga mempermudah individu-individu berfungsi sepenuhnya.

Fromm mengambarkan kepribadian yang sehat yaitu yang mencintai dengan sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, dsb. Fromm menyebutnya orientsi produktif yaitu suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yagn matang dari Allport dan orang yang mengatualisasikan diri dari Maslow. Dengan “orientasi” Fromm menunjukan bahwa merupakan segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respon-respon intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri.

Penyesuaian Diri :

 Konsep Penyesuain Diri
Ada beberapa pendapat tokoh mengenai penyesuain diri, diantaranya :
1. Kartini kartono
Usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, pransangka, depresi, kemarahan, dan lain-lain emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis.
2. Desmita
Suatu konstruksi/bangunan psikologi yang luas dan komplek, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan baik dari lingkungan luar maupun dari dalam diri individu itu sendiri. Dengan perkataan lain, masalah penyesuaian diri menyangkut aspek kepribadian individu dalam interaksinya dengan lingkungan dalam dan luar dirinya.
Aspek-aspek penyesuaian diri menurut Fromm san Gilmore, yaitu :
1. Kematangan emosional, mencakup :
• Kemantapan suasana dalam kehidupan emosional
• Kemantapan suasana kehidupan kebersamaan dengan orang lain
• Kemampuan untuk santai, gembira dan menyatakan kejengkelan
• Sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri
2. Kematangan intelektual, mencakup :
• Kemampuan mencapai wawasan diri sendiri
• Kemampuan memahami orang lain dan keragamannya
• Kemampuan mengambil keputusan
• Keterbukaan dalam mengenal lingkungan
3. Kematangan sosial, yang mencakup :
• Keterlibatan dalam partisipasi sosial
• Kesediaan kerjasama
• Kemampuan kepemimpinan
• Sikap toleransi
4. Tanggung jawab, mencakup :
• Sikap produktif dalam mengembangkan diri
• Melakukan perencanaan dan melaksanakannya secara fleksibel
• Sikap empati, bersahabat dalam hubungan interpersonal
• Kesadaran akan etika dan hidup jujur

Sumber :
1. Schultz. Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta : Kanisius
2. Supratiknya. Teori-teori Psikodinakim (Klinis). 2005. Yogyakarta : Kanisius
3. http://idb4.wikispaces.com/file/view/uf4018.2.pdf
4. http://www.kajianpustaka.com/2013/01/teori-penyesuaian-diri.html
5. http://library.walisongo.ac.id/digilib/files/disk1/10/jtptiain-gdl-s1-2005-tatikharya-497-BAB2_410-0.pdf
6. http://delimandut.blogspot.com/2013/03/konsep-sehat-sejarah-perkembangan.html
7. http://uin-alauddin.ac.id/artikel-79-konsep-sehat-dan-sakit.html
8. http://cardiacku.blogspot.com/2012/06/konsep-sehat.html
9. http://www.psychologymania.com/2011/09/periodesasi-sejarah-perkembangan-ilmu.html
10. m.kompasiana.com/post/read/642772/2/hubungan-psikologi-klinis-dengan-teori-kepribadian-html

Sabtu, 28 Desember 2013

ONLINE PERSONA ( IDENTITAS WANITA DALAM MEDIA SOSIAL )

ONLINE PERSONA
Judul jurnal : Identitas Wanita Dalam Media Sosial


Dalam pembahasan kali ini mengenai permasalahan individu yang berkaitan dengan media sosial, memang pada jaman sekarang ini, penggunaan media sosial sudah menjadi hal biasa yang dilakukan oleh tiap individu, bahkan sekarang media sosial memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menjadi produsen pesan tanpa melihat latar belakang budaya, usia, status sosial bahkan gender ( seperti yang sudah tertulis pada jurnal di paragraph dua pada pendahuluan ).

Saya sependapat dengan isi jurnal ini yang mengatakan, media sosial ini dijadikan sebagai pendukung eksistensi manusia. Karena memang pada dasarnya manusia mempunyai bebrapa kebutuhan yang telah disebutkan pada teori Abraham Maslow yaitu membutuhkan kebutuhan harga diri. Dari media sosial ini lah tiap individu memperoleh kepercayaan diri yang entah didapat dari followers terbanyak pada twitter atau teman terbanyak pada facebook, path, friendster, dsb.

Dan ternyata dari sekian banyak pengguna media sosial di Indonesia khususnya, lebih dominan kaum hawa-lah yang menggunakan jejaring sosial ini. Karena dalam kondisi psikologis pun perempuan memang yang lebih ekstovet dibanding pria, jadi perempuan memang lebih mudah mencari simpati, meraih perhatian melalui jejaring sosial. Tetapi tak jarang tujuan penggunaan jejaring sosial ini berbeda beda, misalnya untuk wanita yang sudah bekerja atau wanita karir mengunakan jejaring sosial justru menggunakannya secara profesional dan lebih banyak berhubungan dengan dunai pekerjaannya, sedangkan untuk mahasiswi atau pelajar biasanya lebih untuk bersosialisasi.

Terkadang pada jejaring sosial ini peran yang ditampilkan dalam berinterakasi dengan orang lain mempunyai definisi yang berbeda dengan diri orang lain, itulah definisi identitas yagn dijelaska oleh Stykler. Dan perilaku individu dalam bentuk interaksi dipengaruhi oleh harapan peran dan identias diri, begitu juga perilaku pihak yang berinteraksi dengan setiap individu tersebut. Identitas wanita sendiri biasanya sangat jelas tertulis pada jejaring sosialnya, karena wanita lebih mudah mengungkapkan segala sesuatunya.

Saran saya sendiri bagi kaum wanita kita harus lebih waspada juga terhadap teman-teman kita yang ada pada jejaring sosial, karena tak jarang justru kaum wanita yang dijadikan korban berbagai tindakan kejahatan, karena identitas yang ada pada jejaring sosial belum tentu bisa dipertanggung jawabkan keasliannya.

Referensi :
Ramadhaniar, Diandra Shafira. (2013). Identitas Perempuan Dalam Social Media (Studi Analisis Wacana Konstruksi Identitas Online Peranan Perempuan Dewasa Awal Dalam Situs Jejaring Sosial Facebook). Dapat diakses pada: http://jurnal-kommas.com/docs/PAPER%20JURNAL%20DIANDRA.pdf

Senin, 07 Oktober 2013

Psikotest Yang Ada di Internet ? Hm gimana yaa ?

PSIKOTEST YANG ADA PADA INTERNET.. Gimana Tuh ?

I. PENDAHULUAN
Sudah banyak orang yang tidak asing lagi dengan kata-kata psikotes. Bahkan sekarang ini sudah banyak yang pernah mencobanya, mungkin penggunaan psikotest ini pada saat mencoba test pekerjaan, saat mendaftar sebagai calon taruna atau akademik lainnya, atau sekedar iseng-iseng belaka. Banyak pula masyarakat yang berfikir bahwa psikotest itu hanya mengukur kemampuan IO individu, tetapi sebenarnya dalam psikotest bukan hanya sekedar kemampuan IQ yang diukur, tetapi juga terdapat test kepribadian juga wawancara.

Peranan psikotest ini terkadang membantu kepercayaan diri sebelum individu ingin melakukan psikotest dalam kondisi “sesungguhnya”, maka banyak masyarakat yagn sudah mengalaminya. Karena saat ini pula, sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk mendapatkan test psikotest ini sangat mudah. Dan dengan mudahnya pula pada zaman sekarang ini, kita menemukan banyak sekali sarana test psikotest melalui media internet.

II. TEORI
Sebelum membahas lebih lanjut, disini saya akan menjelaskan apa itu ilmu psikologi, Psikologi sebagai ilmu pengetahuan dengan pendekatan ilmiah yang dipelajari melalui penelitian – penelitian ilmiah. Penelitina ilmiah sendiri merupakan penelitian yang dilkukan secara terencana, sistematis dan terkontrol berdasarkan data empiris. ( Morgan dkk, 1984 ).

Lalu disini pengertian dari psikotest menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Psikotest adalah prosedur pemeriksaan yang telah mengalami pembakuan, yang dimaksudkan untuk menyelidiki dan menetapkan sifat-sifat psikis khusus individu; Pengujian mental; Seleksi kedua adalah wawancara dan untuk menjajaki kemampuan belajar.

Psikotes ini juga temasuk dari test psikologi yang memiliki pengertian bahwa test psikologi merupakan suatu teknik yang terstuktur yang digunakan untuk menghasilkan satu contoh tindakan terpilih, atau dapat dikatakan untuk membuat suatu kesimpulan tentang psikologis dari seseorang yang sedang di test.

Tujuan dari test psikotes sendiri yaitu untuk mengukur segala macam kemungkinan yang terdiri dari kemampuan mental seperti diantanya kemampuan juga prestasi, lalau kepribadian dan intelegensi. Psikotest ini juga dapat dilakukan dengan berbagai macam tujuan, seperti yang sudah saya singgung pada pendahuluan, yaitu rekrutmen dalam perusahaan ataupun untuk mengetahui minat bakat siswa.

III. ANALISA
Berkembangnya ilmu tekhnologi ternyata juga berdampak pada penggunaan test psikologi, karena sekarang ini banyak sekali bermunculan test psikotest pada internet. Segala tindakan pasti berujung dengan adanya pro – kontra ataupun baik – buruknya tindakan itu pada lingkungan. Begitu pula dengan adanya test psikotes pada internet ini.

Dampak baiknya pada masyarakat, adanya test ini pada internet berarti memudahkan masyarakat untuk mengakses ini semua, bahkan dengan adanya psikotest di internet hasil yang didapat dengan sangat cepat bisa kita lihat, tanpa menunggu waktu lama, masalah biaya pun membutuhkan pengeluaran yang tidaklah mahal terkecuali jika pemakaian internet memang telah kita lakukan terlalu berlebihan. Penggunaan test ini pun kita bisa kondisikan tergantung kita ingin melakukan test ini kapan, dimana dsb sesuai keingginan kita sendiri. Memudahkan bukan ??

Tetapi jika ada dampak baik, secara otomatis akan ada pula dampak buruk dari adanya psikotest di internet ini, diantaranya tidak ada kejelasan siapa yang harus mempertanggung jawabkan test tersebut, apalagi jika kita melakukan dengan menggunakan web yang tidak resmi. Semakin berkurangnya masyarakat untuk merasakan sebuah pengorbanan ( apa hubungannya dengan psikotest ?? ) nah, maksud disini itu, anak jaman sekarang sudah terbiasa dengan mencari informasi dengan kemudahan alat tekhnologi, tanpa harus susah-susah mencari referensi bku hingga pada akhirnya mudah mengampangkan suatu hal. Padahal tidak semua info yang didapat di internet itu bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun menurut Ir. Yoki, S.Psi tidak semua panduan buku IQ bisa teruji secara ilmiah baik dari segi validitas, realibilitas dan standarisasi, loh.

Memang belum banyak yang membahas apa sebenarnya fenomena psikotest yang muncul dalam internet, tetapi sebagai manusia sudah selayaknya kita bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah kita lakukan,. termasuk dalam penggunaan test ini, jangan terkesan terlalu percaya pada apa yang kita dapat di internet, dan ada baiknya jika ingin melakukan test tersebut kita lakukan pada orang – orang yang memang ahli atau paham dalam penggunaan test psikotest.

Memang tidak bisa dipungkiri saya pun bahkan pernah melakukan test psikotes yang ada di internet. Tapi sekali lagi ditekankan segala perbuatan ini kita harus mengetahui siapa yang bisa dipertanggung jawabkan, bukan berarti semua test psikotest yang di internet itu tidak bisa dipertanggung jawabkan ya mas mba bro, alangkah baiknya kita berhati-hati pada informasi yang ada di internet dengan segala kemudahan yang bisa kita dapatkan.

IV. REFERENSI
1. Kamus besar bahasa Indonesia edisi IV
2. Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro., Ira Puspitawati.(1996). Psikologi Umum 1 . Jakarta. Gunadarma.
3. Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. ( 1998 ). Psikologi Umum 2. Jakarta. Gunadarma
4. http://soal-psikotest.com/sekilas-psikotes-atau-tes-psikologi/
5. www.surplusindonesia.com
6. http://miki-consultancy.page.tl/Apa-Psikotes-itu--f-.htm

Student Site Gunadarma
Baak Gunadarma

Rabu, 29 Mei 2013

ASAL USUL KEHIDUPAN MANUSIA


ASAL USUL KEHIDUPAN MANUSIA

            Sebenarnya banyak sekali yang mengatakan bahwa masih susah untuk dijelaskan bagaimana asal usul dari kehidupan manusia itu sendiri, meski banyak paham yang bermunculkan tetapi hasil dari yang didapat itu tidak cukup memuaskan. Disini say ahanya mengambil beberapa teori yang diajukan utnuk menjawab permasalahan mengenai persoalan ini, diantaranya:
            Teori Abiogenetis, teori ini dikemukakan oleh Aristoteles, seorang filsuf dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno yang menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta dari benda mati yang berlangsung secara spontan seperti misalnya ikan dari lumpur. Dan pada beberapa abad, teori ini sudah dianut oleh beberapa masyarakat dari zaman yunani kuno sampai pertengahan abad 17 hingga ditemukannya mikrosop sederhana untuk mengamati makhluk-makhluk aneh yang amat kecil diaman hasil pengamatan itu seolah memperkuat pendapat tentang abiogenetis ini.
            Lalu ada Teori Biogenetis, pada teori ini bertentangan dengan teori sebelumnya karena menggangap bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup yang sudah ada sebelumnya, ada beberapa tokoh yang mendukung teori ini yaitu,

§  Francesco Redi
ü   Labu I      :  diisi daging segar dan dibiarkan terbuka
ü   Labu II     :  diisi daging segar dan ditutup dengan kain kasa
ü   Labu III   :  diisi daging segar dan ditutup rapat
Ketiga labu diletakkan di tempat yang sama selama beberapa hari. Hasilnya adalah sebagai berikut:
ü   Labu I      :  dagingnya busuk, banyak terdapat belatung
ü   Labu II     :  dagingnya busuk, terdapat sedikit belatung
ü   Labu III   :  dagingnya tidak busuk, tidak terdapat belatung.
Menurut Redi belatung yang terdapat pada daging berasal dari telur lalat. Labu ke III tidak terdapat belatung karena tertutup rapat sehingga lalat tidak bisa masuk. Sayangnya, meskipun tertutup rapat ternyata pada labu tersebut bisa muncul belatung. Ini disebabkan karena Redi tidak melakukan sterilisasi daging pada disain percobaannya.

§  Lazarro Spallanzani
ü   Labu I      : diisi kaldu lalu dipanaskan dan dibiarkan terbuka
ü   Labu II     : diisi kaldu, lalu ditutup dengan gabus yang disegel dengan lilin, kemudian dipanaskan.
Setelah dingin kedua labu diletakkan di tempat yang sama. Beberapa hari kemudian hasilnya sebagai berikut.
ü   Labu I   : berubah busuk dan keruh, banyak mengandung mikroba (bakteri)
ü   Labu II  : tetap jernih, tidak mengandung mikroba

Menurut Spallanzani mikroba yang tumbuh dan menyebabkan busuknya kaldu berasal dari mikroba yang beraada di udara. Pendukung paham abiogenesis keberatan dengan disain Spallanzani karena menurut anggapan mereka, labu yang tertutup menyebabkan gaya hidup (elan vital) dari udara tidak dapat masuk, sehingga tidak memungkinkan munculnya makhluk hidup (mikroba).

§  Louise Pasteur
            Pasteur hanya menyempurnakan percobaan Redi dan Spallanzi. Ia meggunakan kaldu dalam kaldu yang disumbat dengan menggunakan gabus, lalu gabus itu ditembus dengan pipa berbentuk leher angsa yan kemudian dipanaskan. Setelah dingin dibiarkan untuk beberapa hari dan ternyata air kaldu tetap jernih dan tidak ditemukan mikroba.
Dengan demikian pasteur mengungkapkan bahwa teori biogenetis adalah yang paking benar hingga muncul ungkapan “maklhuk hidup berasal dari telur, telur berasal dari makhluk hidup, dan makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.

Ada pula Teori Penciptaan, yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu diciptakan oleh Tuhan dan segala yang sudah ada saat ini memang sudah ada sejak dahulu dan diciptakan sendiri-sendiri. Dan ada Teori Urey (Evolusi Kimia) yang menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali denagan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas metana (CH4), hidrogen (H2), uap air (H2O) dan amonia (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.


Sumber :



Sabtu, 27 April 2013

DAMPAK PERKEMBANGAN IPTEK TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA



NAMA            : AUDI RESTI IRWANTI
KELAS           : 1PA10

Dampak Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia
( Ditinjau dari Aspek Sosia-Budaya )

            Perkembangan IPTEK dalam kehidupan manusia itu sangatlah pesat, apalagi sebelumnya saya masih pernah mengalami masa-masa dimana saat berkomunikasi masih terlalu sulit, dan jika saya harus membandingkan dengan anak dengan usia yang sama ketika saat saya kecil dulu sangat jauh perbandingannya. Bahkan biasa dikatakan, untuk anak SD sekarang untuk mendapatkan informasi dari internet sangatlah mudah, karena sudah banyak diantara mereka yang sudah memiliki handphone bahkan denga kecanggihan yang luar biasa pada abad ini.
            Dengan kecanggihan-kecanggihan itu untuk sekarang ini, banyak sekali individu yang dengan gampang memenuhi kebutuhannya, liat saja banyak diluar sana toko online hadir dengan adanya kecanggihan alat informasi. Hanya dengan membuka internet - buka situs yang dimaksud - pilih barang yang diingginkan - pesan - selesai. Akhirnya dapatlah barang kebutuhan yang diingginkan individu, tanpa harus mencari keliling kota, atau mungkin keliling antar pulau. Hihi..
            Sebenarnya segala sesuatu pasti akan hadir yang namanya pro – kontra, positif – negatif, diterima – dikucilkan. Begitu pula dengan pesatnya kemajuan IPTEK dalam kehidupan manusia sendiri. Ada point-point tersendiri yang mengatakan “Kemajuan IPTEK itu gak rugi, tau! “ ada juga, “Aduh anak zaman sekarang tuh udah neko-neko, gara-gara kemajuan IPTEK nih !” “Ah norak gak tau informasi yang ini, gak punya alat komunikasi ini, ntar gak bisa dapet informasi banyak loh.” “Ets, engga semua yang dikatakan norak itu kalau dia gak punya alat komunikasi tercanggih saat ini!” nahlo-nahlo saya sendiri jadi pusing mau seperti apa mengekpresikan kalimat-kalimat “angel and devil” di otak saya, huft~ Kalian sendiri akan berpendapat pada jenis pikiran saya yang mana ? hehehe
            Kembali ke pokok serius. Disini saya sendiri akan menuliskan sepengetahuan saya terhadap dampak pesatnya IPTEK pada kehidupan manusia yang dinilai dari aspek sosial-budaya, ya mungkin saya memilih segi sosial-budaya, karena saya sendiri sudah memiliki bayangan harus menulis seperti apa pada tugas kali ini.
            Dampak positif dari segi sosial-budaya sendiri diantaranya, kita mudah berkomunikasi jarak jauh, dengan orangtua (mungkin kalau kalian-kalian anak kost atau anak seberang pulau :D ) lalu dengan sahabat, sekedar teman, or maybe your boyfriend. Efisiensi terhadap waktu, tenaga bahkan biaya. Dengan mudah pula mendapatkan teman atau informasi budaya yang belum pernah kita baca sebelumnya. Sehingga dengan bangga kita bisa menunjukan pada teman kita yang memang tidak tahu budaya negri kita sebelumnya. Atau bisa berbagi materi yang memang kita dapat sendiri, hingga bisa dinikmati khalayak ramai.
            Dampak negatif dari perkembangan IPTEK pada segi ini antara lain, melupakan budaya Indonesia sendiri karena tertarik budaya “orang lain” yang sedang in. Banyak kemerosotan moral khususnya para remaja karena pada dasarnya remaja itu adalah makhluk ter-kepo saat ini. Ada sesuatu yang baru, aneh, pasti akan diperhatikan dan diikuti, apalagi kalau yang diperhatikan dan diikuti itu merupakan sesuatu yang dikatakan negatif, aduh-aduh. Ada lagi dengan berkembangnya IPTEK ini tiap individu semakin egois.
            Kenapa dikatakan egois ? saya pernah mendapat informasi ini dari sahabat saya sendiri, pertama coba inget-inget dulu, waktu kecil kalian sering main apa sih ? Kelereng ? Gobak sodor ? Main Karet ? Main Kasti ? sejenisnya mainan dulu lainnya lah. Iya kan ? terus sekarang mainan kalian apa ? Video Game ? Game Online ? Twitteran ? Facebookan ? Nah waktu kalian kecil dan bermain dengan permainan tradisional yang ada di Indonesia, kamu secara tidak langsung diajarkan bagaimana bekerjasama, berkomunikasi dengan teman kelompok, memcahkan masalah bersama melawan musuh, bermain secara sportif dan jujur, bermain di luar ruangan pula (hitung-hitung olahraga) jadi banyak keringat yang kamu keluarkan. Tapi sekarang dengan adanya laptop, hape canggih, yang dengan gampang kamu miliki aplikasi game dan semacamnya. Tinggal di kamar ajah otak-atik laptop, komputer, handphone. Juga saking seriusnya kamu bisa engga sadar ada kejadian apa disekeliling kamu. Dan rata-rata kamu akan fokus pada laptop atau handphonemu sendiri kan ? kamu gak peduli teman kamu kalah atau tidak, yang pasti kamu harus jadi juara dala sebuah game. Cuma juara. Mendapat nilai tertinggi Selesai~
            Ini pengalaman juga loh, saya saat SMK masuk kesekolah yang memang sangat didukung dalam kecanggihan informasinya, ada beberapa jurusan yang memang hampir setiap hari bawa laptop atau netbook. Setiap jam kosong ataupun istirahat, tiap anak ya fokus pada laptop dan game barunya. Dan pasti sendiri-sendiri ! seharusnya untuk membina hubungan sosial yang baik, waktu kosong kita gunakan untuk berdiskusi bareng teman, bukan ? dengan adanya forum diskusi, kita akan mengetahui dengan baik teman kelas kita seperti apa, ada masalah apa dalam pelajaran, dalam suasana kelas sendiri, ya kan? Ya kan ? Maka dari itu, tadi saya menyebutkan perkembangan IPTEK ini juga membuat individu semakin egois.
            Ada juga berkurangnya minat pada budaya Indonesia sendiri, memang banyak yang bilang, “Aku gak lupa kok, masih inget budaya sendiri, masih cinta. Meski lagi seneng budaya korea.” Menurut saya pribadi, kalau memang ada yang beragumen seperti itu, rasanya banyak sekali pertanyaan yang ingin saya ajukan. Seandainya masih mencintai budaya sendiri, kenapa di handphonenya hampir tidak ada lagu-lagu daerah dari Indonesia? Kenapa juga tidak mencari perkumpulan remaja Indonesia pencinta seni tradisi ? pasti mereka hanya sekedar ingat dan cinta level bawah. Kenapa kecanggihan IPTEK tidak dimanfaatkan dengan memperkenalkan budaya-budaya Indonesia? Entah lewat youtobe dan sebagainya. Bayangkan jika ada yang tertarik dengan hasil karya kamu memperkenalkan budaya Indonesia dengan baik di dunia maya, kamu akan mendapat penghargaan dari berbagai pihak ( jangan berfikiran penghargaan dari instansi yang tertinggi dulu, pernghargaan dari diri sendiri yang senang sudah sedikitya mempekenalkan budaya dan terima, pasti bangga dong :D )
            Jadi seharusnya, segala kecanggihan era ini, kita bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam penciptaan hubungan sosial dan penanaman nilai budaya. kita juga harus bijak dalam penggunaan informasi-informasi yang ada. Luangkan waktu  juga untuk berkumpul bersama keluarga, saudara, sahabat, teman-teman kelompok atau organisasi. Jalinn hubungan dengan baik pada orang-orang sekitar, jika ada masalah diskusikan cara tebaik bukan hanya sekedar mencaci maki lewat dunia maya. Masih bisa menikmati kecanggihan informasi juga harus disertai kecanggihan otak kita dalam berfikir, bertindak, berperilaku, bersosialisasi. Sehingga bukan hanya IPTEK yang berkembang tetapi juga otak kita berkembang *senyum*.
Demikia tulisan ini, semoga bermanfaat. Dan pastinya dalam tulisan saya ini terdapat banyak kekurangan, karena tiap manusia memiliki banyak kekurangan dari apa yang dilakukan juga dikerjakan. Atas segala kekurangan itu saya memohon maaf. Terima kasih..